Ikhtisar
Pekerjaan yang kami lakukan mendukung masyarakat membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan sesuai kebutuhan mereka. Sistem ini memenuhi beberapa kondisi sosial dan geografi berbeda. Kami juga berinovasi di tahap paling awal rancangan produk untuk memfasilitasi pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang plastik dalam mendukung model berkelanjutan. Proyek-proyek kami dilaksanakan di seluruh dunia dengan fokus utama pada area-area yang paling rentan akan risiko kebocoran plastik.
Proyek
Mengatasi masalah tingkat global
Map
Silicon Valley, AS
Mulai dari mendorong transparansi di rantai nilai plastik hingga menciptakan pasar untuk plastik daur ulang—dan ada begitu banyak kisah sukses dari wilayah ini. Memasuki putaran akselerator keduanya saat ini, hub Silicon Valley terus mendukung para inovator dengan berupaya membawa ide-ide dan pemikiran terbaik mereka ke tahap selanjutnya.

Bermitra dengan:

Plug And Play Tech Center

Close
Haridwar Rishikesh, India
Aviral berarti kontinu dalam bahasa Hindi. Kami berkomitmen untuk mengendalikan aliran sampah plastik ke Sungai Gangga. Bersama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, kami ingin menyatukan para pemangku kepentingan publik dan swasta untuk menciptakan dan mereplikasi solusi pengelolaan limbah di seluruh India.

Bermitra dengan:

GIZ

Close
Pantai Gading
Proyek ini bertujuan meningkatkan pengumpulan sampah plastik dan membangun fasilitas pencucian PET yang dapat memproses hingga 12.000 ton serpihan PET per tahun. 65 kontainer COLIBA dan lebih dari 100 kotak pengumpulan akan disiapkan di distrik Abidjan serta pompa bensin TOTAL dan Shell untuk mengumpulkan sampah plastik langsung dari penduduk dan pemulung.

Bermitra dengan:

COLIBA

Close
Accra, Ghana
Closing the Loop mendukung entrepreneur dari komunitas rentan untuk mengumpulkan dan menjual sampah plastik dari jalanan Accra ke fasilitas daur ulang CASH IT! yang pertama. Sampah plastik yang diolah selanjutnya dijual ke pihak pendaur ulang yang berkontribusi pada kebangkitan ekonomi sirkular di Accra. Menyusul keberhasilan peluncuran fasilitas pertama, kami telah memperluas dukungan kami pada dua fasilitas daur ulang lagi di Accra, yang akan mengolah hingga 6.000 ton sampah plastik setiap tahunnya setelah beroperasi penuh.

Bermitra dengan:

The ASASE Foundation

Close
Paris, France
Pada 2015, Paris dikenal sebagai kota yang menyatukan berbagai bangsa dan organisasi dalam ambisi memerangi perubahan iklim. Saat ini, kami menyerukan kepada semua inovator dan perusahaan rintisan di seluruh Eropa, Timur Tengah dan Afrika untuk mendorong kemajuan solusi pengelolaan sampah plastik. Bersama Plug and Play, perusahaan rintisan berdatangan ke Platform Inovasi kami agar kami dapat menghubungkan ide-ide dan pemikiran mereka dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug And Play Tech Center

Close
Silicon Valley, AS
Literrati mengawali sebagai salah satu finalis yang berpartisipasi dalam End Plastic Waste Innovation Platform with Plug and Play edisi perdana dan berkolaborasi dengan kami sebagai mitra global untuk membantu mewujudkan kampanye All_Together Clean Up untuk Hari Bersih-Bersih Sedunia 2020. Melanjutkan keberhasilan kampanye 3 minggu di mana kita menyaksikan lebih dari 800.000 serpihan sampah dikumpulkan secara global, kini hal itu telah berkembang menjadi program Clean4Change global yang dapat diskalakan dan direplikasi dengan partisipasi masyarakat, sekolah, perusahaan anggota, dan lembaga pemerintah.

Bermitra dengan:

Litterati

Close
Nairobi, Mombasa, Kenya; Addis Ababa, Bahir Dar, Ethiopia
Setiap hari 350 ton sampah padat dihasilkan di Puducherry namun infrastruktur sampah untuk mengelolanya terbatas. Mitra kami, Yunus Environment Hub, dulunya bagian dari Grameen Creative Lab, membantu kami mengatasi masalah sampah plastik dari hulu ke hilir. Inti utamanya adalah bagaimana melibatkan masyarakat dalam mendirikan bisnis sosial yang mengubah sampah plastik menjadi sumber daya yang bernilai.

Bermitra dengan:

UN-Habitat

Close
Puducherry, India
Setiap hari 350 ton sampah padat dihasilkan di Puducherry namun infrastruktur sampah untuk mengelolanya terbatas. Mitra kami, Yunus Environment Hub, dulunya bagian dari Grameen Creative Lab, membantu kami mengatasi masalah sampah plastik dari hulu ke hilir. Inti utamanya adalah bagaimana melibatkan masyarakat dalam mendirikan bisnis sosial yang mengubah sampah plastik menjadi sumber daya yang bernilai.

Bermitra dengan:

Yunus Environment Hub

Close
Bazaruto, Mozambik
Dimulai dengan Pulau Bazaruto, kami bekerja sama mengembangkan solusi pengelolaan limbah yang dibuat khusus untuk taman nasional kepulauan seluas 1.400 km2 yang mencakup lima pulau dan menjadi tempat tinggal 2.000 spesies ikan dan fauna besar seperti paus, hiu, dan lumba-lumba. Ini adalah awal kerja sama dengan Taman Nasional Afrika untuk mengatasi limbah plastik di 19 taman nasional dan kawasan lindung seluas 14,2 juta hektar yang mewakili sembilan bioma ekologis berbeda.

Bermitra dengan:

Taman Nasional Afrika

Close
Bangkok, Thailand
Proyek ini bertujuan menyiapkan titik pembuangan sampah padat di berbagai komunitas, organisasi, dan toserba di Distrik Klongtoei di Bangkok. Aplikasi seluler juga akan dikembangkan untuk memantau titik pembuangan ini dan meneliti perilaku daur ulang masyarakat agar dapat menyusun sistem pengelolaan sampah padat yang memadai di kota tersebut pada masa depan.

Bermitra dengan:

Thai PPP Plastics

Close
Singapura, Singapura
Seiring dengan semakin banyaknya negara di Asia yang menghadapi tantangan sampah plastik, mendukung inovasi di hub Singapura kami sangat penting dalam rangka mengumpulkan perusahaan rintisan untuk mewujudkan solusi pengelolaan sampah masa depan. Kami bekerja sama dengan Plug and Play, dan menghubungkan ide-ide terbaik dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug and Play Tech Center

Close
São Paulo, Brazil
Melanjutkan keberhasilan End Plastic Waste Innovation Platform di Singapura, Paris, dan Silicon Valley, kini kami mengumpulkan perusahaan rintisan di tiga hub baru untuk mengatasi tantangan sampah plastik global. Inovasi muncul dari berbagai belahan dunia dan hub-hub baru ini membuka jalan bagi lebih banyak ide-ide baru yang akan diuntungkan dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug and Play Tech Center

Close
Jambi, Indonesia
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Close
Lloilo City, Filipina
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Close
Iskandar Development Area, Malaysia
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Close
Surat, India
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Close
Warangal, India
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Close
Singapura, Singapura
Proyek ini merupakan kolaborasi bersama pemberian hibah dengan kalangan akademisi di NTU. Pemberian hibah ini akan berfokus pada 2 tema utama untuk mengakhiri sampah plastik—teknologi lanjutan, termasuk AI dan sains data serta aspek perilaku dan sosial. Sebuah komite pengarah bersama akan memilih, mengarahkan, dan memantau proposal yang berhasil, dengan memanfaatkan keahlian dan minat perusahaan anggota jika diperlukan. Keberhasilan akan diukur dengan tindak lanjut investasi, proyek, pertumbuhan, dan pencapaian hasil perusahaaan rintisan tersebut oleh perusahaan anggota, dan investor eksternal.

Bermitra dengan:

NTU

Close
Singapura, Singapura
Proyek ini bertujuan meneliti dampak lingkungan penggunaan plastik daur ulang dalam penerapan jalan. Bersama dengan National University of Singapore, kami akan meneliti dampak plastik yang dicampur dengan bitumen pada polusi udara, pencucian air hujan, dan potensi penggunaan kembali pada jalan di masa depan. Kami berharap dapat beralih dari penelitian ke percontohan fisik sebenarnya dengan pemantauan oleh Otoritas Transportasi Darat Singapura untuk diadopsi. Ini adalah salah satu contoh bagaimana kami mengubah penelitian menjadi kenyataan.

Bermitra dengan:

NUS

Close
Chiangmai, Thailand
Proyek ini bertujuan meneliti dampak lingkungan penggunaan plastik daur ulang dalam penerapan jalan. Bersama dengan mitra kami, Federasi Industri Thailand dan Chiang Mai University, kami akan meneliti dampak plastik yang dicampur dengan bitumen pada polusi udara, pencucian air hujan, dan potensi penggunaan kembali pada jalan di masa depan. Kami berharap, dari penelitian ini, kami dapat beralih ke percontohan fisik sebenarnya di Thailand menggunakan proses kering pembangunan jalan. Ini adalah contoh lain bagaimana kami mengubah teori menjadi praktik.

Bermitra dengan:

Thai PPP Plastics

Close
Bali, Indonesia
160.000 orang akan mendapatkan akses ke sistem pengelolaan sampah yang kuat dan diformalkan. Dengan dukungan Project STOP, fasilitas baru ini akan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat dan mencegah kebocoran 2.200 ton sampah plastik setiap tahunnya.

Bermitra dengan:

Project STOP

Close
Rayong, Bangkok
Proyek ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan sampah yang berhasil di salah satu kota di Provinsi Rayong berdasarkan sirkularitas penuh sampah plastik dan pengomposan sampah organik. Ambisi proyek ini adalah mereplikasi keberhasilan model ini sebanyak 68 kali lipat.

Bermitra dengan:

Thai PPP Plastics

Close
Bali, Indonesia
Bersama dengan McKinsey.org, kami mendukung program Rethinking Recycling di Bali, Indonesia. Berdasarkan Program Academy, kami bertujuan menghadirkan pendidikan pengelolaan sampah yang diperlukan kepada para pembuat keputusan dan pengelola fasilitas penyortiran kota. Setelah program pendidikan ini selesai, kelompok pertama yang terdiri dari 6 fasilitas pemulihan material akan ditingkatkan secara penuh agar dapat beroperasi dan mandiri.

Bermitra dengan:

McKinsey.org

Close
Kolkata, India
Proyek ini terdiri dari program pendidikan di 60 sekolah di wilayah Sunderban dan metropolitan Kolkata. Tujuannya adalah mendidik dan meningkatkan kepekaan siswa dan masyarakat luas di sekitar sekolah terkait tantangan dan pengelolaan sampah plastik melalui pembelajaran berorientasi tindakan.

Bermitra dengan:

Soceo

Close
Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Indonesia
Proyek ini bertujuan bekerja sama dengan sebuah universitas di Indonesia untuk memasang perangkap sampah di 3 sungai di Sulawesi Selatan, Indonesia, untuk mengatasi kebocoran sampah plastik di lingkungan. Masyarakat setempat akan terlibat mengumpulkan dan menyortir sampah plastik yang dikumpulkan oleh perangkap.

Bermitra dengan:

Universitas Hasanuddin

Close
Tan An, Vietnam
Meskipun material daur ulang dikumpulkan di 3.000 desa kerajinan daur ulang di Vietnam, nilainya hilang tanpa teknologi yang tepat. Kami telah bermitra dengan Yunus Environment Hub untuk menyediakan model dan pengetahuan bisnis sosial kepada masyarakat di sana agar mereka dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Bermitra dengan:

Yunus Environment Hub

Close
Agra, India
Kota Agra sangat ikonis dan proyek Clean AGRA akan menyiapkan infrastruktur tambahan pengumpulan dan pengolahan sampah serta menjalankan program penyuluhan dan keterlibatan masyarakat, yang mengakui bahwa semua orang memiliki peran dalam mengakhiri sampah plastik di lingkungan.

Bermitra dengan:

TARA

Close
Johannesburg, Afrika Selatan
Melanjutkan keberhasilan End Plastic Waste Innovation Platform di Singapura, Paris, dan Silicon Valley, kini kami mengumpulkan perusahaan rintisan di tiga hub baru untuk mengatasi tantangan sampah plastik global. Inovasi muncul dari berbagai belahan dunia dan hub-hub baru ini membuka jalan bagi lebih banyak ide-ide baru yang akan diuntungkan dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug and Play Tech Center

Close
Shanghai, China
Melanjutkan keberhasilan End Plastic Waste Innovation Platform di Singapura, Paris, dan Silicon Valley, kini kami mengumpulkan perusahaan rintisan di tiga hub baru untuk mengatasi tantangan sampah plastik global. Inovasi muncul dari berbagai belahan dunia dan hub-hub baru ini membuka jalan bagi lebih banyak ide-ide baru yang akan diuntungkan dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug and Play Tech Center

Close
Argentina
Proyek GIRO kami bertujuan menjadikan sistem pengelolaan sampah di Olavarria, Argentina, lebih sirkular dengan memaksimalkan pemulihan limbah yang dapat dibuat kompos dan didaur ulang. Ini termasuk menjalankan program pendidikan tentang penyortiran dan pendaurulangan rumah tangga, serta menyiapkan infrastruktur yang diperlukan—seluruhnya dalam upaya mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke TPA. Kami telah meluncurkan percontohan 6 bulan dengan pemerintah kota, penduduk, dan petugas sampah setempat, yang akan membantu kami merancang solusi yang memenuhi kebutuhan dan praktik masyarakat. Nantikan detail lebih lanjutnya.

Bermitra dengan:

McKinsey.or

Close
Mojokerto, Indonesia
Kami bermitra dengan Recycling Technology untuk mengevaluasi kelayakan penggunaan teknologi daur ulang lanjutan untuk mendukung penerapan fasilitas daur ulang mekanis dan memulihkan nilai dari sebagian besar sampah plastik di Mojokerto. Nantikan detail selengkapnya.

Bermitra dengan:

Recycling Technologies

Close
Manila, Filipina
Mitra kami, The Plastic Flamingo, akan meningkatkan peluang pengumpulan sampah plastik mereka di Metro Manila menjadi tiga kali lipat karena mengakui plastik sebagai sumber daya yang berharga. Melalui proyek Planks of Promise, sampah plastik diberi kehidupan kedua sebagai "balok ramah lingkungan", yang digunakan untuk membangun solusi rumah sementara bagi masyarakat Filipina yang mengungsi selama bencana alam.

Bermitra dengan:

The Plastic Flamingo

Close
Thiruvananthapuram, Mangalore, India
Besama dengan program Waste Wise Cities UN Habitat, kami akan mengembangkan proposal infrastruktur pengelolaan sampah di 6 kota di 3 negara—Kenya, Ethiopia, India—yang membantu kami memahami dengan lebih baik apa yang diperlukan untuk mengakhiri sampah plastik dan mendorong dampak jangka panjang.

Bermitra dengan:

UN-Habitat

Close
Denmark, Germany, and France
The Digital Watermarks Initiative HolyGrail2.0 – driven by AIM, European Brands Association and powered by the Alliance to End Plastic Waste – is a pilot project assessing the potential of a digital watermark technology to improve the efficiency and accuracy of plastic waste sorting, helping increase recycling quality and taking a huge step towards a circular economy for plastic.
Close
Mengatasi masalah tingkat global
Mulai dari mendorong transparansi di rantai nilai plastik hingga menciptakan pasar untuk plastik daur ulang—dan ada begitu banyak kisah sukses dari wilayah ini. Memasuki putaran akselerator keduanya saat ini, hub Silicon Valley terus mendukung para inovator dengan berupaya membawa ide-ide dan pemikiran terbaik mereka ke tahap selanjutnya.

Bermitra dengan:

Plug And Play Tech Center

Aviral berarti kontinu dalam bahasa Hindi. Kami berkomitmen untuk mengendalikan aliran sampah plastik ke Sungai Gangga. Bersama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, kami ingin menyatukan para pemangku kepentingan publik dan swasta untuk menciptakan dan mereplikasi solusi pengelolaan limbah di seluruh India.

Bermitra dengan:

GIZ

Pantai Gading
Proyek ini bertujuan meningkatkan pengumpulan sampah plastik dan membangun fasilitas pencucian PET yang dapat memproses hingga 12.000 ton serpihan PET per tahun. 65 kontainer COLIBA dan lebih dari 100 kotak pengumpulan akan disiapkan di distrik Abidjan serta pompa bensin TOTAL dan Shell untuk mengumpulkan sampah plastik langsung dari penduduk dan pemulung.

Bermitra dengan:

COLIBA

Accra, Ghana
Closing the Loop mendukung entrepreneur dari komunitas rentan untuk mengumpulkan dan menjual sampah plastik dari jalanan Accra ke fasilitas daur ulang CASH IT! yang pertama. Sampah plastik yang diolah selanjutnya dijual ke pihak pendaur ulang yang berkontribusi pada kebangkitan ekonomi sirkular di Accra. Menyusul keberhasilan peluncuran fasilitas pertama, kami telah memperluas dukungan kami pada dua fasilitas daur ulang lagi di Accra, yang akan mengolah hingga 6.000 ton sampah plastik setiap tahunnya setelah beroperasi penuh.

Bermitra dengan:

The ASASE Foundation

Pada 2015, Paris dikenal sebagai kota yang menyatukan berbagai bangsa dan organisasi dalam ambisi memerangi perubahan iklim. Saat ini, kami menyerukan kepada semua inovator dan perusahaan rintisan di seluruh Eropa, Timur Tengah dan Afrika untuk mendorong kemajuan solusi pengelolaan sampah plastik. Bersama Plug and Play, perusahaan rintisan berdatangan ke Platform Inovasi kami agar kami dapat menghubungkan ide-ide dan pemikiran mereka dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug And Play Tech Center

Silicon Valley, AS
Literrati mengawali sebagai salah satu finalis yang berpartisipasi dalam End Plastic Waste Innovation Platform with Plug and Play edisi perdana dan berkolaborasi dengan kami sebagai mitra global untuk membantu mewujudkan kampanye All_Together Clean Up untuk Hari Bersih-Bersih Sedunia 2020. Melanjutkan keberhasilan kampanye 3 minggu di mana kita menyaksikan lebih dari 800.000 serpihan sampah dikumpulkan secara global, kini hal itu telah berkembang menjadi program Clean4Change global yang dapat diskalakan dan direplikasi dengan partisipasi masyarakat, sekolah, perusahaan anggota, dan lembaga pemerintah.

Bermitra dengan:

Litterati

Nairobi, Mombasa, Kenya; Addis Ababa, Bahir Dar, Ethiopia
Setiap hari 350 ton sampah padat dihasilkan di Puducherry namun infrastruktur sampah untuk mengelolanya terbatas. Mitra kami, Yunus Environment Hub, dulunya bagian dari Grameen Creative Lab, membantu kami mengatasi masalah sampah plastik dari hulu ke hilir. Inti utamanya adalah bagaimana melibatkan masyarakat dalam mendirikan bisnis sosial yang mengubah sampah plastik menjadi sumber daya yang bernilai.

Bermitra dengan:

UN-Habitat

Puducherry, India
Setiap hari 350 ton sampah padat dihasilkan di Puducherry namun infrastruktur sampah untuk mengelolanya terbatas. Mitra kami, Yunus Environment Hub, dulunya bagian dari Grameen Creative Lab, membantu kami mengatasi masalah sampah plastik dari hulu ke hilir. Inti utamanya adalah bagaimana melibatkan masyarakat dalam mendirikan bisnis sosial yang mengubah sampah plastik menjadi sumber daya yang bernilai.

Bermitra dengan:

Yunus Environment Hub

Dimulai dengan Pulau Bazaruto, kami bekerja sama mengembangkan solusi pengelolaan limbah yang dibuat khusus untuk taman nasional kepulauan seluas 1.400 km2 yang mencakup lima pulau dan menjadi tempat tinggal 2.000 spesies ikan dan fauna besar seperti paus, hiu, dan lumba-lumba. Ini adalah awal kerja sama dengan Taman Nasional Afrika untuk mengatasi limbah plastik di 19 taman nasional dan kawasan lindung seluas 14,2 juta hektar yang mewakili sembilan bioma ekologis berbeda.

Bermitra dengan:

Taman Nasional Afrika

Bangkok, Thailand
Proyek ini bertujuan menyiapkan titik pembuangan sampah padat di berbagai komunitas, organisasi, dan toserba di Distrik Klongtoei di Bangkok. Aplikasi seluler juga akan dikembangkan untuk memantau titik pembuangan ini dan meneliti perilaku daur ulang masyarakat agar dapat menyusun sistem pengelolaan sampah padat yang memadai di kota tersebut pada masa depan.

Bermitra dengan:

Thai PPP Plastics

Seiring dengan semakin banyaknya negara di Asia yang menghadapi tantangan sampah plastik, mendukung inovasi di hub Singapura kami sangat penting dalam rangka mengumpulkan perusahaan rintisan untuk mewujudkan solusi pengelolaan sampah masa depan. Kami bekerja sama dengan Plug and Play, dan menghubungkan ide-ide terbaik dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug and Play Tech Center

Melanjutkan keberhasilan End Plastic Waste Innovation Platform di Singapura, Paris, dan Silicon Valley, kini kami mengumpulkan perusahaan rintisan di tiga hub baru untuk mengatasi tantangan sampah plastik global. Inovasi muncul dari berbagai belahan dunia dan hub-hub baru ini membuka jalan bagi lebih banyak ide-ide baru yang akan diuntungkan dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug and Play Tech Center

Jambi, Indonesia
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Lloilo City, Filipina
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Iskandar Development Area, Malaysia
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Surat, India
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Warangal, India
Proyek ini bertujuan menghadirkan contoh bagus dari praktik, proses, dan teknologi pengelolaan sampah plastik yang efektif dan berkelanjutan yang dapat direplikasi, menyebarluaskan hasil, pembelajaran, dan pencapaian yang diperoleh kota kepada audiensi yang lebih luas, dan berpartisipasi dalam mendukung sasaran kami memasang infrastruktur pengelolaan sampah yang efektif di 5 kota di India dan Asia Tenggara.

Bermitra dengan:

ICLEI

Proyek ini merupakan kolaborasi bersama pemberian hibah dengan kalangan akademisi di NTU. Pemberian hibah ini akan berfokus pada 2 tema utama untuk mengakhiri sampah plastik—teknologi lanjutan, termasuk AI dan sains data serta aspek perilaku dan sosial. Sebuah komite pengarah bersama akan memilih, mengarahkan, dan memantau proposal yang berhasil, dengan memanfaatkan keahlian dan minat perusahaan anggota jika diperlukan. Keberhasilan akan diukur dengan tindak lanjut investasi, proyek, pertumbuhan, dan pencapaian hasil perusahaaan rintisan tersebut oleh perusahaan anggota, dan investor eksternal.

Bermitra dengan:

NTU

Singapura, Singapura
Proyek ini bertujuan meneliti dampak lingkungan penggunaan plastik daur ulang dalam penerapan jalan. Bersama dengan National University of Singapore, kami akan meneliti dampak plastik yang dicampur dengan bitumen pada polusi udara, pencucian air hujan, dan potensi penggunaan kembali pada jalan di masa depan. Kami berharap dapat beralih dari penelitian ke percontohan fisik sebenarnya dengan pemantauan oleh Otoritas Transportasi Darat Singapura untuk diadopsi. Ini adalah salah satu contoh bagaimana kami mengubah penelitian menjadi kenyataan.

Bermitra dengan:

NUS

Chiangmai, Thailand
Proyek ini bertujuan meneliti dampak lingkungan penggunaan plastik daur ulang dalam penerapan jalan. Bersama dengan mitra kami, Federasi Industri Thailand dan Chiang Mai University, kami akan meneliti dampak plastik yang dicampur dengan bitumen pada polusi udara, pencucian air hujan, dan potensi penggunaan kembali pada jalan di masa depan. Kami berharap, dari penelitian ini, kami dapat beralih ke percontohan fisik sebenarnya di Thailand menggunakan proses kering pembangunan jalan. Ini adalah contoh lain bagaimana kami mengubah teori menjadi praktik.

Bermitra dengan:

Thai PPP Plastics

Bali, Indonesia
160.000 orang akan mendapatkan akses ke sistem pengelolaan sampah yang kuat dan diformalkan. Dengan dukungan Project STOP, fasilitas baru ini akan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat dan mencegah kebocoran 2.200 ton sampah plastik setiap tahunnya.

Bermitra dengan:

Project STOP

Rayong, Bangkok
Proyek ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan sampah yang berhasil di salah satu kota di Provinsi Rayong berdasarkan sirkularitas penuh sampah plastik dan pengomposan sampah organik. Ambisi proyek ini adalah mereplikasi keberhasilan model ini sebanyak 68 kali lipat.

Bermitra dengan:

Thai PPP Plastics

Bali, Indonesia
Bersama dengan McKinsey.org, kami mendukung program Rethinking Recycling di Bali, Indonesia. Berdasarkan Program Academy, kami bertujuan menghadirkan pendidikan pengelolaan sampah yang diperlukan kepada para pembuat keputusan dan pengelola fasilitas penyortiran kota. Setelah program pendidikan ini selesai, kelompok pertama yang terdiri dari 6 fasilitas pemulihan material akan ditingkatkan secara penuh agar dapat beroperasi dan mandiri.

Bermitra dengan:

McKinsey.org

Kolkata, India
Proyek ini terdiri dari program pendidikan di 60 sekolah di wilayah Sunderban dan metropolitan Kolkata. Tujuannya adalah mendidik dan meningkatkan kepekaan siswa dan masyarakat luas di sekitar sekolah terkait tantangan dan pengelolaan sampah plastik melalui pembelajaran berorientasi tindakan.

Bermitra dengan:

Soceo

Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Indonesia
Proyek ini bertujuan bekerja sama dengan sebuah universitas di Indonesia untuk memasang perangkap sampah di 3 sungai di Sulawesi Selatan, Indonesia, untuk mengatasi kebocoran sampah plastik di lingkungan. Masyarakat setempat akan terlibat mengumpulkan dan menyortir sampah plastik yang dikumpulkan oleh perangkap.

Bermitra dengan:

Universitas Hasanuddin

Meskipun material daur ulang dikumpulkan di 3.000 desa kerajinan daur ulang di Vietnam, nilainya hilang tanpa teknologi yang tepat. Kami telah bermitra dengan Yunus Environment Hub untuk menyediakan model dan pengetahuan bisnis sosial kepada masyarakat di sana agar mereka dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Bermitra dengan:

Yunus Environment Hub

Kota Agra sangat ikonis dan proyek Clean AGRA akan menyiapkan infrastruktur tambahan pengumpulan dan pengolahan sampah serta menjalankan program penyuluhan dan keterlibatan masyarakat, yang mengakui bahwa semua orang memiliki peran dalam mengakhiri sampah plastik di lingkungan.

Bermitra dengan:

TARA

Johannesburg, Afrika Selatan
Melanjutkan keberhasilan End Plastic Waste Innovation Platform di Singapura, Paris, dan Silicon Valley, kini kami mengumpulkan perusahaan rintisan di tiga hub baru untuk mengatasi tantangan sampah plastik global. Inovasi muncul dari berbagai belahan dunia dan hub-hub baru ini membuka jalan bagi lebih banyak ide-ide baru yang akan diuntungkan dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug and Play Tech Center

Melanjutkan keberhasilan End Plastic Waste Innovation Platform di Singapura, Paris, dan Silicon Valley, kini kami mengumpulkan perusahaan rintisan di tiga hub baru untuk mengatasi tantangan sampah plastik global. Inovasi muncul dari berbagai belahan dunia dan hub-hub baru ini membuka jalan bagi lebih banyak ide-ide baru yang akan diuntungkan dengan keahlian dan sumber daya dari nama-nama besar di rantai nilai plastik.

Bermitra dengan:

Plug and Play Tech Center

Argentina
Proyek GIRO kami bertujuan menjadikan sistem pengelolaan sampah di Olavarria, Argentina, lebih sirkular dengan memaksimalkan pemulihan limbah yang dapat dibuat kompos dan didaur ulang. Ini termasuk menjalankan program pendidikan tentang penyortiran dan pendaurulangan rumah tangga, serta menyiapkan infrastruktur yang diperlukan—seluruhnya dalam upaya mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke TPA. Kami telah meluncurkan percontohan 6 bulan dengan pemerintah kota, penduduk, dan petugas sampah setempat, yang akan membantu kami merancang solusi yang memenuhi kebutuhan dan praktik masyarakat. Nantikan detail lebih lanjutnya.

Bermitra dengan:

McKinsey.or

Kami bermitra dengan Recycling Technology untuk mengevaluasi kelayakan penggunaan teknologi daur ulang lanjutan untuk mendukung penerapan fasilitas daur ulang mekanis dan memulihkan nilai dari sebagian besar sampah plastik di Mojokerto. Nantikan detail selengkapnya.

Bermitra dengan:

Recycling Technologies

Manila, Filipina
Mitra kami, The Plastic Flamingo, akan meningkatkan peluang pengumpulan sampah plastik mereka di Metro Manila menjadi tiga kali lipat karena mengakui plastik sebagai sumber daya yang berharga. Melalui proyek Planks of Promise, sampah plastik diberi kehidupan kedua sebagai "balok ramah lingkungan", yang digunakan untuk membangun solusi rumah sementara bagi masyarakat Filipina yang mengungsi selama bencana alam.

Bermitra dengan:

The Plastic Flamingo

Thiruvananthapuram, Mangalore, India
Besama dengan program Waste Wise Cities UN Habitat, kami akan mengembangkan proposal infrastruktur pengelolaan sampah di 6 kota di 3 negara—Kenya, Ethiopia, India—yang membantu kami memahami dengan lebih baik apa yang diperlukan untuk mengakhiri sampah plastik dan mendorong dampak jangka panjang.

Bermitra dengan:

UN-Habitat

Denmark, Germany, and France
The Digital Watermarks Initiative HolyGrail2.0 – driven by AIM, European Brands Association and powered by the Alliance to End Plastic Waste – is a pilot project assessing the potential of a digital watermark technology to improve the efficiency and accuracy of plastic waste sorting, helping increase recycling quality and taking a huge step towards a circular economy for plastic.
Proyek kami
Today, only about 10% of plastic is recycled. Digital watermarks—imperceptible postage stamp-sized codes printed on plastic packaging—can help bridge this gap by carrying information about the packaging material. As plastic waste enters a recycling centre, high-resolution cameras installed at sorting units can easily detect and decode this information and thereby sort the plastic waste more accurately.
Aviral—yang artinya 'terus-menerus' dalam bahasa Hindi—tidak hanya merujuk pada aliran Sungai Ganga tetapi juga menjadi nama proyek pilot kami di sungai tersebut dan tepian sungainya di Haridwar dan Rishikesh. Kedua kota tersebut berpenduduk 450.000 jiwa dan menarik 50.000 wisatawan setiap harinya. Jumlah tersebut membengkak hingga puluhan juta pada masa perayaan Hindu sehingga secara drastis meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan.

 

Aviral - Mengurangi Sampah Plastik di Ganga adalah proyek pilot yang terlaksana dalam kemitraan dengan GIZ untuk mengembangkan pendekatan solusi pengelolaan sampah plastik berkelanjutan yang dapat diskalakan serta mendemonstrasikan contoh-contoh praktik terbaik di kota Haridwar dan Rishikesh, yang lalu dapat direplikasi ke kota-kota lain di India.
Closing the Loop bekerja dengan mendukung para wirausahawan lokal dari masyarakat rentan di kota pesisir Accra di Ghana. Model yang digunakan sederhana dan efektif. Sampah plastik dikumpulkan dan dijual ke CASH IT!, digiling, dan dijual untuk digunakan kembali di berbagai produk seperti bahan baku rumah tangga atau bangunan. Tidak hanya permasalahan pengelolaan sampah yang ditangani di Accra, nilai yang dihasilkan dari sampah plastik juga dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan baru.
Ide datang dari mana saja di seluruh dunia. Inilah alasan kami menjalin kemitraan dengan Plug and Play Tech Center pada tahun 2019 untuk mengembangkan End Plastic Waste Innovation Platform— guna membantu perkembangan perusahaan rintisan pada rantai nilai plastik dan mentransformasi pengelolaan sampah plastik di seluruh dunia. Sampai hari ini, kami telah menyaksikan banyak ide mulai dari penggunaan kecerdasan buatan untuk meningkatkan proses penyortiran, teknologi daur ulang baru yang canggih, sampai aplikasi seluler untuk menyentuh hati dan pikiran orang banyak. Setiap program dilakukan di lokasi spesifik—dikelola dari 6 hub regional kami—dan berjalan selama 12 minggu.

Proyek pertama kami di Filipina, Planks of Promise bekerja untuk mengubah sampah plastik dari area Metro Manila menjadi papan plastik yang bisa didaur ulang, yang kemudian akan digunakan di tempat-tempat penampungan bagi penduduk Filipina yang terkena bencana alam di daerah tersebut.

Bersama dengan perusahaan sosial The Plastic Flamingo (The Plaf), kami akan memperluas jangkauan pengumpulan sampah plastik, dan mengolahnya di fasilitas daur ulang yang baru. Pada tahun 2022, inisiatif Planks of Promise bertujuan untuk melipatgandakan jumlah ini hingga 200 titik pengumpulan. Bekerja sama dengan University of the Philippines Diliman, The Plaf akan mengubah sampah plastik, termasuk plastik yang sulit didaur ulang seperti saset dan film, menjadi papan plastik "ramah lingkungan" yang kuat, 100% hasil daur ulang, dan dapat didaur ulang kembali. Papan plastik ini dapat digunakan untuk membangun tempat penampungan atau dijual untuk menyumbang biaya operasional fasilitas daur ulang.

Kabupaten Jembrana—di mana hutan berbukit yang penuh kehidupan bertemu dengan pantai yang cantik di pesisir sebelah barat laut Bali—sering kali disebut permata tersembunyi. Sungai Ijo Gading yang mengalir melintasi kabupaten ini adalah penyumbang terbesar sampah plastik di lautan Bali, dengan jumlah kebocoran sampah plastik hingga 12% di pulau ini. Di tepi sungai inilah program pertama kami di Indonesia berada, yaitu di kecamatan Jembrana dan kecamatan Negara. Project STOP Jembrana mengembangkan sistem pengelolaan sampah baru yang akan melayani 160.000 warga Jembrana dan Negara—memberdayakan masyarakat lokal untuk mengumpulkan, menyortir, dan menjual sampah plastik mereka sendiri.
Incubation Network dari Circulate Initiative & SecondMuse merupakan katalis bagi aksi dan investasi dalam ekonomi sirkular yang bertujuan mencegah aliran sampah plastik ke lautan dunia. Jaringan ini akan mengumpulkan inovator, investor, organisasi masyarakat madani, dan pimpinan pemerintahan di seluruh Asia Selatan dan Asia Tenggara. Secara bersama-sama, kami akan merancang dan membuat program yang mendorong investasi, inovasi, dan kemitraan untuk solusi ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah yang inklusif dan responsif gender.
Dengan proyek Zero Plastic Waste Cities, suatu kemitraan dengan Yunus Environment Hub, kami bertujuan untuk mendaur ulang hingga 28.000 ton plastik selama 5 tahun operasi di dua kota: Puducherry di pesisir Tenggara India, dan Tan An di Delta Mekong, Vietnam. Kami melakukannya dengan memperbaiki dan melengkapi sistem pengelolaan sampah daerah yang sudah ada, mencegah sampah plastik yang telah dikumpulkan dari kebocoran ke lingkungan. Selain itu, kami juga mengubah sampah plastik menjadi produk hasil daur ulang yang berharga, memberikan nilai bagi tumpukan sampah plastik yang terabaikan. Saat ini ada dua opsi yang dikembangkan untuk pasar setempat:
  • membuat pelet dari sampah plastik, yang kemudian dapat digunakan untuk produk-produk konsumen atau bangunan;
  • menggunakan cetakan untuk mengubah sampah menjadi papan plastik yang dapat digunakan untuk bahan pembuatan furnitur, seperti rak, permukaan meja dapur, atau panel dinding.
Tim kami di lapangan sedang mencari lokasi terbaik untuk membangun fasilitas daur ulang yang baru, yang direncanakan akan mulai beroperasi pada paruh pertama tahun 2021.
Kami Menginginkan Ide Anda yang Dapat Mengakhiri Sampah Plastik di Lingkungan
Tantangan yang muncul untuk mencapai Cita-Cita Pembangunan Berkelanjutan 2030 terus menguat. Saat ini, sekitar 3 miliar orang di dunia tidak memiliki layanan pengelolaan sampah dasar dan populasi global tumbuh bersamaan dengan keinginan untuk standar hidup yang lebih baik. Kita dapat memperlambat kebocoran dan membantu orang maju dengan menerapkan pendekatan sistematis dalam pembelajaran yang dipercepat, serta replikasi dan penskalaan pesat.

 

Kami mencari berbagai proposal konsep dari seluruh dunia karena ide yang bagus bisa datang dari mana saja. Mulai dari pengumpulan dan penampungan sampah, rancangan terdepan yang meningkatkan peluang sirkularitas, hingga aksi masyarakat dan program edukasi, kami membutuhkan solusi-solusi berdampak dan dapat dikembangkan guna mendorong posisi kita semua dalam hierarki sampah dan mencapai masa depan bebas sampah plastik. Ketahui lebih banyak tentang pencarian proposal kami saat ini.
Kirim Proposal Anda

Saat ini kami mencari proposal proyek terkait penerapan infrastruktur untuk menghilangkan kebocoran sampah plastik melalui pengumpulan dan penampungan sampah. RFP ini memprioritaskan dukungan perkotaan di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Dalam kemitraan dengan organisasi-organisasi yang bekerja langsung di kota-kota tersebut, kami akan menyusun pengajuan berkualitas yang dapat mendorong investasi pada berbagai infrastruktur yang dibutuhkan.

 

Proposal dapat diajukan oleh semua jenis badan dan organisasi—publik atau swasta, profit atau non-profit. Periode pendaftaran Proposal Konsep akan berlangsung saat ini hingga 31 Desember 2020. Kami akan menerima dan meninjau Proposal Konsep selama periode tersebut. Untuk mengirimkan proposal atau meminta informasi lebih lanjut, silakan unduh file The Alliance Cities RFP (.zip 232KB) dan kirimkan proposal lengkap ke citiesprojects@endplasticwaste.org.

Tentang Kota-Kota Bebas Sampah Plastik

We want to create a future by eliminating plastic waste in the environment and cities are at the forefront of addressing this challenge.


To secure this future, we need to find sensible solutions but the journey to the 2030 Agenda for Sustainable Development is intensifying and we have to build these solutions fast. Plastic waste leaks into the environment due to unsustainable waste management systems: eight million tons of plastic enter the ocean every year, that is one garbage truck every minute. And if no action is taken, it will be two every minute by 2030, and four every minute by 2050*.


We can get to this future faster when we work with cities on big-impact solutions. We can design, build systems and deploy services that can eliminate plastic waste in the environment and drive investments in much-needed waste management infrastructures—the very building block of any circular economy.

Inisiatif kami untuk menciptakan masa depan bebas sampah plastik di lingkungan dimulai dengan kota-kota kami. Menurut laporan United Nations Environment Programme, sekitar 2 miliar orang di dunia masih tidak memiliki akses ke pengumpulan sampah rutin; sementara sekitar 3 miliar orang tidak memiliki akses ke layanan pembuangan resmi untuk sampah padat setempat.


Seiring dengan meningkatnya kekhawatiran tentang polusi sampah plastik, peningkatan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan kota. Kita berada dalam masa-masa sulit dan pemerintah kota ingin "membangun kembali secara lebih baik"; komponen seperti sanitasi umum, penciptaan lapangan kerja, dan kondisi sampah yang lebih baik menjadi semakin penting.


Kini, banyak organisasi dan lembaga pembangunan seperti Clean Cities Blue Ocean Programme dari USAID dan Waste Wise Cities dari UN Habitat bekerja untuk mempercepat penciptaan dampak dari inisiatif mereka. Lembaga-lembaga ini bekerja bersama kami untuk membuka jalan bagi proyek-proyek perkotaan di India, Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Vietnam, Kenya, Etiopia, dan lainnya.